STATISTIC USERS

Statistik Blog

Jumlah dikunjungi: 1,946

Tertinggi: 57

Kunjungan hari ini: 0

Total

Tulisan: 10

Komentar: 36

Categories: 3

Tag-tag: 0

SPAM

Akismet telah melindungi situs Anda dari 195 komentar spam.

Iklan

SELAMAT IDUL FITRI 1428 HIJRIYAH

raya06.jpg

Admin Beserta Pengurus dan Aktivis Liberation Youth Kaltim mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriyah. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Ayo Jalin Tali Sillaturrahmi di Hari nan Suci, Kembali Beramal Menyelesaikan Proyek Revolusi. Tetap Istiqomah Berjuang di Jalan Allah, Tetap Melawan Sistem Haram Jadah, Ayo Dirikan Sistem Khilafah Islamiyah Pelaksana Hukum-hukum Syariah, Penebar Rahmah dan Berkah.

Salam Revolusi.

Salam Pembebasan! Jabat Tangan Persahabatan dan Peluk Erat Perjuangan dari Revolters LY Kaltim Hari Mulia nan Fitri.

T.T.D
Atas Nama Liberation Youth Kaltim

EDITORIAL REVOLTERS KALTIM

Salam?Revolusi?

REVOLT! Tersirat Kata slogan perlawanan dari otak dan pikiran-pikiran jengah Revolters Kaltim. Memang minggu ini kami belum bisa berkumpul bersama (Ngampar) Revolters Canggih dari berbagai kolektif yang ada di Kaltim (Samarinda dan Balikpapan), adapun kolektif-kolektif dari Kaltim; Liberation Youth Movement Kaltim, LY Balikpapan, Libyouth Tanjung Redeb, Commanders Society, Generasi Hitam Putih, PAKTAM (pasukan Kubur HITAM), HC Samarinda, dan Liberation Movement (Limov).

Ketika Sore yang Cerah Untuk jiwa yang Melawan menjelang, Selasa 20 Ramadhan 1428 H, atau bertepatan dengan tanggal 02 Oktober 2007 M, Revolters Kaltim Secara serentak melakukan ‘ngabuburit’ versi Revolters kami, yang Anti biasa, Ideologis, Ringan namun tetap melawan! Tetapi, Ada beberapa revolters yang harus menyelesaikan Tugas dari salah satu Parpol Islam Ideologis, diantaranya; Menjadi Pemateri di Radio (Global FM), dan Silaturrahim Ke Lembaga Internal Kampus. Ada juga Juga Revolter yang Sibuk menyiapkan Maisyah Untuk Nanti malam (Ada Revolters Kaltim yang langsung terjun Menjadi P.K.L, sebagai wujud Observasi terhadap Fenomena Pedagang Kaki Lima di Samarinda, sekaligus mencari tambahan Doku, kerenz euy). Setelah semua Rampung, kami melakukan Patroli di Pusat-pusat Keramaian Kota Tepian, sebagai salah satu bahan Perbincangan yang akan kami angkat di Acara Ngampar nanti.

Setelah iftor (Berbuka Shaum) Bersama, dan After Shalat Tarawih (Sekitar Pukul 20.00 WITA), para Revolter Canggih secara bersama menyiapkan peralatan dan perlengkapan Pra Ngampar, Seperti; Alas duduk, Makanan Ringan, dan keperluan lainnya yang dianggap penting namun tidak mengikat.

Bertempat di Jalan DR. Soetomo Samarinda (Salah satu Jalur Utama di kota Samarinda), tepatnya di sekitar PKL Setempat, dan berdasarkan kesepakatan awal, maka telah berkumpul Revolters dari berbagai Kolektif canggih. Mereka diantaranya dari LY Movement Kaltim, The COMMANDERS Society, Generasi Hitam Putih, HC Samarinda dan Pasukan KUBUR Hitam. Sementara Perwakilan dari Kolektif Liberation Youth Balikpapan (Si Pemburu Hantu)  Berhalangan Untuk Hadir, karena Harus Menghadiri Acara Di Kota Jatim, Beliau adalah Mantan Revolters LY Jombang yang “dideportasi’ karena masalah Pekerjaan, Salute For Him! Sedangkan Kolektif dari LIMOV (Saudin cs), juga tidak bisa datang di acara bulanan kami, dikarenakan ada misi Khusus & agenda yang harus di selesaikan secepatnya. Begitu juga dengan ketidakhadiran Para Revolters lainnya, yang tidak bisa hadir dikarenakan Agenda penting yang bersamaan. Untukmu Sekuntum Bunga Revolusi dari kami, bagi Kawan-kawan kami yang tetap berjuang walau tidak bisa hadir bersama kami malam itu, akan selalu kami kabarkan berita revolusi kepada Kalian. Salam Revolusi Kawan!

Obrolan ringan dan sedikit tawa riang mewarnai pengantar ngampar malam itu. Ada beberapa revolters yang coba menceritakan pengalamannya selama seminggu, ada juga yang menceritakan Unique Experiences saat menjadi Pemateri di Radio sore itu. Ada juga kisah Pengalaman bertemu dengan kolektif-kolektif aneh di kaltim, cerita sedih, suka plus duka ikut menghiasi Indahnya Percumbuan kami malam itu, beberapa revolters yang lain ada yang mencoba merespon dan memberikan Solusi Revolusioner berkaitan dengan masalah yang diangkat, ada juga yang memberikan solusi Gokil ala Preman, ada yang serius, dsb. Semuanya tumpah ruah di dalam kehangatan malam nan Ideologis tersebut. tak ada yang istimewa di antara kami, dan kami bukanlah orang istimewa dimata penguasa, tapi kami selalu membawa kabar neraka untuk mereka,  tidak ada satu pun yang bisa mengistimewakan kami kecuali Tuhan kami Sang Pencipta.

Di tengah suasana Sorak sorai Kuda bermesin, Ramainya para Pengamen Jalanan dan PKL di Sekitar Kami, maka dibukalah acara ngampar malam itu oleh Panglima Lazuardi. acara diformat sedemikian  rupa oleh Panglima, sehingga Tampak ideologis, semi formal, dan menarik. Acara diiringi serta oleh musik dan lagu-lagu perlawanan (dari Rock, Music SKA, Sampai ‘Jingle RISE’ dari Aksi Keras Kepala ‘07 di Senayan nenerapa waktu yang lalu) dari Ponsel Mutakhir Panglima. Wow! Semakin menyala lah Api semangat perjuangan Kami.

Diskkusi telah berjalan laksana pacuan kuda. Semakin lama, diskusi semakin panas, serieus, ideologis, santai tapi tetap bernilai. Hmm, tak henti-hentinya seorang revolter menghisap Filter Rokok, katanya agar bisa berpikir lebih jernih dan cemerlang, it’s Okayz! Sebotol besar minuman pelepas dahaga juga terus menemani kami di sela-sela diskusi lintas pemikiran.

Berbagai permasalahan coba disuguhkan dari A hingga Z. ada yang mencoba menggagas permasalahan mengenai kaitan Aturan Islam dan Pemikiran Islam, Uslub-uslub Opini berdasarkan Contoh Nabi SAW, Strategi dan Paradigma berfikir Revolters ketika menghadapi masalah, Pergolakan Pemikiran di tanah Borneo, dsb. Ada juga yang mengangkat Teori tentang Pemikiran-pemikiran Tokoh Dunia, All In One di satu Tempat, Super Surprise Dude!

Kajian Jalanan tersebut dihadiri oleh Penggawa Minor Trisula, Jendas Perang, MR Darman, Badwith Virtual, IN51GHT Man, dan Satu New Revolter; Arizona Key. Satu Jam setengah setelah diskusi berjalan, MR Darman memberikan Tawaran kepada kami, agar acara break sesaat, dengan alasan ada beberapa revolters yang belum makan berat ba’da Shaum tadi siang. Beberapa revolters menolak tawaran tersebut dikarenakan terkendali dengan masalah finansial alias kantong kering ketika harus Makan Bareng. Tanpa diduga, MR Darman (Kolektif dari GENERASI Hitam Putih) memberi tawaran makan gratis dan siap menanggung semua biaya makan bareng (Mabar) nanti. Sontak seluruh Revolters Berteriak nyaring tanda menerima tawaran dari MR Darman. Beberapa orang di sekitar tampak memandang heran ke arah kami, tampang cool kami tebarkan ke sekitar kami ngampar. Yupz, Unik Juga,.

Mantapz! Kajian Ilmu dan Pemikiran didapat, Hajatul Uduyyah juga terpenuhi. Setelah melepas lapar dan dahaga di Warung Terdekat, Aktivitas Ngampar kami anjutkan. Beberapa permasalahan kembali dilempar ke Forum oleh pemikir-pemikir muda anti system kufur. Suasana kembali menunjukkan kondisi normal dengan temperatur stabil. Ketika diskusi terus berlari, kami kedatangan tamu, yaa! tamu yang tidak lain dan tidak bukan merupakan rekan bisnis dari salah satu revolters kami (PM Trisula). Beliau adalah Trainer PT Bogasaxx dari Jakarta. Berkunjung ke Kaltim karena mendapatkan tugas untuk mengisi Training di beberapa Kota Besar di Kaltim. Kami pun saling tegur sapa dan berkenalan dengan beliau. Namanya Bang Fadillah, orang yang paling tua usianya diantara kami. Usut punya usut, asal punya usul, ternyata Bang Fadillah Banyak tau tentang ilmu Tarekat dan termasuk salah seorang ahli di dalam kajian ilmu tersebut. Kajian pun kembali berkualitas. Banyak materi-materi baru yang kami dapatkan dari tamu kami, baik itu ilmu tentang perbandingan Agama, Kaidah Ushul, Kaidah Syababiyyah versi Ilmu Tarekat, de el el. Ashoy!

Tak terasa waktu terus mengalir begitu cepat dan derasnya. Waktu telah menunjukkan Pukul 23.20 WITA, Bang Fadillah Izin Pamit  angkat kaki duluan, karena ada agenda yang harus diselesaikannya. Akhirnya beliau kami persilakan pamit, dan kami lepas perpisahan dengan jabat tangan erat sebagai bentuk awal persahabatan kami yang bersinar terang dengan beliau. Secercah harapan kami berikan kepada beliau, agar bisa bergabung bersama kami memperjuangkan Tegaknya Syariah dan Khilafah.

Sebelum diskusi ditutup, kami merencanakan / membuat planning agar dalam waktu dekat ini, kami akan mengadakan ngampar bareng dengan pergerakan Contra culture. Dalam hal ini, yang menjadi titik sorot kami adalah komunitas Hardcore / Komunitas punker & kaum Skin Heads (Neo Nazi), serta Kolektif-kolektif Underground yang berkeliaran di sudut / pusat keramaian kota tepian Samarinda. Karena Akhir-akhir ini mereka sering diangkat di Media Cetak karena Ulah ‘unik’ mereka.

Adapun Format yang ditawarkan oleh kawan-kawan sangat beragam-pigam. Berdasarkan kesepakatan kami bersama, untuk format ngampar bareng Pergerakan Revolusioner Anti Penindasan, adalah sebagai berikut;

FORMAT RADICS
1.Waktu dan tempat berdasarkan kesepakatan bersama.
2.Durasi minimal 1 jam, maksimal 3 jam.
3.Peserta ngampar tidak terbatas.
4.Etc

SUSUNAN PERTEMUAN
1.Pembukaan (oleh Moderator)
2.Introductin (Perkenalan)
3.Dialogika Ringan (Diskusi Pengantar)
4.Penilaian Sudut Pandang Pemikiran
5.Penutup Ngampar (Termasuk Menyerahkan beberapa Minizine  RnR #8 dan The Commando Zine #1)
6.Dokumentasi (Foto bareng plus Follow up)
7.Etc

Setelah kesepakatan telah didapat, acara ngampar kami tutup, dengan jabat tangan perjuangan dan peluk erat mesra tanda persahabatan ideologis antar-revolter. Terlihat sekali suasana yang sangat akrab dan penuh persaudaraan. Lagu Dinamis dan lirik tentang kepedulian sosial, dari Group Band Pengusung Musik Alternative [LINKIN PARK] berjudul “What I’ve Done”, melantun keras mengiringi kebersamaan kami, di tengah udara yang dingin namun penuh kehangatan Pemberontakan dan Perlawanan.

Semoga Editorial dari kami bisa menjadi salah satu sumber spirit, Inspirasi sekaligus pemantik revolusi bagi rekan-rekan Pemberontak Muslim Muda di negeri tertindas yang berani tampil tidak biasa, tetapi tetap pada koridor perjuangan suci nan mulia. Untukmu Kawan-kawan, kami selalu disini Untukmu. Salam Revolusi, Salam Pembebasan! [ ]

Atas Nama;
COLLECTIVE KALTIM
Liberation Youth Movement Kaltim, Liberation Youth Balikpapan, LY Tanjung Redeb, Commanders Society, Pasukan Kubur Hitam, HC Samarinda, Limov Community, Generasi Hitam Putih

REVOLTERS KALIMANTAN TIMUR
Satria Baja Hitam, MR Darman, Amuks Reef, PM Trisula, Insight MAN, Mac Check Cook, Jendas Perang, Virus Liberalisme, Alam Kematian, Saudin Sang Pembangkang, Streezwanto, 31 Under Sky, Pendekar Tahi Lalat, Jembatan Keledai, Bandwith Virtual, Arizona Key, Raksasa Guring, Radja Gadjoeng Julack Laraw, Pemburu Hantu, Adriannoor Fisip cs, Ismail Fuad by Designer LY Kaltim, Penjilat yang telah Musnah, Pengemis Peradaban, Panglima Lazuardi

Published by Commanders Studio
Email dan FS : revolters_kaltim@yahoo.com
Website http://www.lymovementkaltim.wordpress.com
Homepage http://www.liberationyouth.com

SEKILAS TENTANG PUNKERS

Punkers

Jumlahnya Memang tidak banyak, tapi ketika mereka turun ke jalanan, setiap mata terpancing untuk melirik gaya rambutnya yang Mohawk ala suku Indian dengan warna-warna terang dan mencolok. Belum lagi atribut rantai yang tergantung di saku celana, sepatu boot Dr. Marteen, kaos hitam, jaket kulit penuh badge atau peniti, serta ‘spikes’ (gelang berbahan kulit dan besi seperti paku yang terdapat di sekelilingnya) yang menghiasi pergelangan tangannya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari busana mereka. Begitu juga dengan celana jeans super ketat hingga mata kaki yang dipadukan dengan baju lusuh, makin menguatkan kesan anti kemapanan dan antisosial pada mereka. Masyarakat mengenal mereka sebagai anak punk.

Sayangnya, pandangan negatif masih menyertai setiap kehadiran anak punk. Tanpa bermaksud menyudutkan, tampilan anak-anak punk yang cenderung ‘menyeramkan’ seringkali dikaitkan dengan perilaku anarkis, brutal, vandal, bikin onar, dan semau gue. Padahal boleh jadi, itu cuma perilaku segelintir remaja yang berpenampilan nge-punk. Daripada berprasangka, mending kita coba kenal kaum punk lebih dekat. Sehingga penilaian dan sikap kita lebih objektif.

Hadirnya generasi punk nggak bisa dilepaskan dari hingar-bingar dunia musik. Konon kisah lahirnya kaum punk pun diawali dari musik. Pada 1971, Lester Bangs, wartawan majalah semi-underground Amerika, Creem, menggunakan istilah punk untuk mendeskripsikan sebuah aliran musik rock yang semrawut, asal bunyi, namun bersemangat tinggi.

Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia, menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, termasuk kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang didominasi oleh musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi, apalagi rekaman. Boro-boro! Tak hanya dalam lirik lagu, teriakan kekecewaan kaum punk juga ditunjukkan dalam berbusana. Seperti dituturkan Putu Aliki, designer asal Bali, “Sudah nggak zamannya lagi, kalo remaja -male or female- tidak diberi kebebasan dalam memilih alternatif-alternatif berbusana yang ada di hadapannya sekarang ini. ‘Kalau memang sreg dan PeDe, kenapa tidak boleh memakai sesuatu yang aneh’. Misal, memakai paku-paku, gelang baja, peniti yang penuh menghias lengan baju, rok pendek, transparan, atau seksi bagi cewek, atau baju dan celana ketat bagi cowok. Biasanya kan selama ini, kalau ada yang berani berpakaian begitu sudah dicap yang nggak-nggak oleh orang lain. Nah itulah yang ingin didobrak.”(Bali Post, 18/05/03)

Menurut Awal Fahma, redaktur F-Magazine Bogor: “Kalau menurut saya, anak punk Bogor itu mayoritas cuma sekedar style aja, kalo ditanya makna punk yang sesungguhnya belum tentu pada ngerti, buat mereka punk itu cuma dandanan, attitude sama musik keras. Sekarang punk udah keilangan identitasnya, ini gara gara para prudusen ngeliat style punk bisa dijual mulai dari gaya rambut sampai pakaian”.

Dalam “Philosophy of Punk”, Craig O’Hara (1999) menyebut tiga definisi punk. Pertama, punk sebagai tren remaja dalam fashion dan musik. Kedua, punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan. Terakhir, punk sebagai bentuk perlawanan yang “hebat” karena menciptakan musik, gaya hidup, komunitas, dan kebudayaan sendiri. Definisi pertama adalah definisi yang paling umum digambarkan oleh media. Tapi justru yang paling tidak akurat karena cuma menggambarkan kesannya saja.

Menurut salah satu kru MQ-FM Solo, “Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang keresahan untuk menemukan solusi “menghancurkan tiran”. Lalu keresahan itu mereka wujudkan dengan pemberontakan dengan berbagai wujudnya baik lewat jalur musik, propaganda, membuat produk sendiri, dll. Pada dasarnya mereka anti segala sesuatu yang bersifat status quo. Karena menurut mereka, yang namanya status quo itu bisa membuat beku. At least, mereka nggak terbawa mainstream. Mampu menciptakan arus sendiri.,”

Di setiap tempat, sepak terjang kaum punk mampu menjelma menjadi sebuah gaya hidup yang konsisten melawan pemaksaan ide maupun budaya oleh para kapitalis maupun negara. Yup, mereka nggak setuju banget ama yang namanya otoritas. Sehingga mereka hidup berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri. CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tato. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Dalam skala negara, punk mengusung ide anarkisme. Menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail A Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara. Di sini anarkisme menghendaki tatanan sosial yang tidak seorangpun bisa menindas atau mengekspolitasi orang lain; sebuah tatanan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang setara untuk mencapai perkembangan material dan moralnya secara maksimal. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

Nampaknya, idealisme kaum punk dalam konteks negara kudu siap ngadepin kenyataan sosial. Seperti yang pernah dikatakan Lenin, anarkisme adalah paham yang naif milik para pemimpi dan orang-orang putus asa. Mereka menyadari ideologi ini sulit dikembangkan karena masyarakat masih membutuhkan negara untuk mengatur mereka. Benar, tentunya negara yang menerapkan Islam sebagai ideologi di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

Berbicara tentang kebebasan, memang indah. Apalagi jika bisa bebas berbuat sekehendaknya, tidak ada yang melarang atau memaksakan aturan yang harus dipatuhi. Sayangnya, kebebasan tipe seperti ini hanya ada di negeri khayalan. Ya, sekeras apapun kita menuntut kebebasan, pada akhirnya kita akan terbentur pada kenyataan kalau semua ada batasnya. Contoh, kita memang bisa bebas makan setiap menu favorit, sanggup begadang semalaman, atau kuat nenggak berliter-liter aneka cairan penghilang dahaga. Tapi kenyataannya, perut dan mata kita ada batasnya dan perlu istirahat. Kalo diporsir, perut kita bisa sakit atau menjadii mata berkunang-kunang. Tubuh kita yang menentukan kapan saatnya lapar, haus, ngantuk, atau buang hajat, bukan kita. Ini contoh kecil.

Begitu juga dalam hidup. Kita boleh acungi jempol buat kawan-kawan yang sadar dan ingin merdeka dari para idola yang mengendalikan perilaku kita, para kapitalis yang membobol finansial kita, atau kebijakan negara yang bikin sengsara. Seperti idealisme Kolektif punker. Tapi jika merdeka dari aturan agama, terutama Islam, merupakan suatu perkara yang berbahaya bagi kita.

Kita memang punya pilihan untuk tidak shalat, tidak mau menahan lapar-haus shaum Ramadhan, cuek dengan perjuangan Revolusi, berlomba-lomba mengumbar aurat, atau menjadi pemuja hawa nafsu. Tapi itu bukan pilihan yang baik mengingat hidup kita juga ada batasnya. Kesempatan kita untuk bertobat juga ada batasnya. Percaya atau tidak, akan ada kehidupan lain di akhirat setelah kita meninggal dunia. Tempat kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita selama di dunia. Ini berlaku untuk semua: muslim or non muslim. Tentu, termasuk di antara yang beriman dan kafir itu ada yang memilih punker, maupun non-punker sebagai gaya hidupnya.

Sebagai seorang Revolters muslim, ketaatan terhadap aturan hidup Islam bukan rantai besi yang menggembok hidup kita, tapi justru yang membebaskan kita dari perbudakan hawa nafsu dan materi. Ketaatan ini yang akan menyelamatkan kita dunia-akhirat. Dan sewajarnya ketaatan ini juga yang membatasi kebebasan kita dalam berbuat atau berpendapat. tidak asal berpenampilan atau tidak asal berjuang melawan Tiran.

Kawan! sebebas-bebasnya kita, pastinya kita tidak bisa menentukan kapan jadwal malaikat Izrail ‘menjemput’ kita. Meski kita tinggal di bunker bawah tanah dengan ketebalan dinding beton satu meter atau dikawal bodyguard from Beijing sekaliber Jet Lee, tidak akan bisa menghalangi ajal yang menjemput kita. Pertanyaannya, siapkah kita mati besok?

Bagi sebagian orang, pertanyaan ini lebih sulit dijawab dibanding soal ujian atau saat sidang skripsi yang tanpa persiapan. Tidak bisa jawab soal ujian atau saat sidang, kemungkinan kita tidak lulus, down sebentar, lalu kembali mengulang di kesempatan berikutnya. Tapi tidak bisa menjawab soal kesiapan mati besok pagi, menunjukkan ketakutan kita meninggalkan kehidupan dunia ini. Persis konsep eskapisme yang berkembang di masyarakat Barat. Mereka berusaha lari dari kenyataan hidup (tentang kematian yang pasti) dengan menenggelamkan diri dalam gaya hidup hedonis. Bagaimana dengan kita?

Sebagai seorang muslim, membahas mengenai kematian berarti menyadarkan kita akan kehidupan dunia yang hanya sementara dan bisa melalaikan jika kita lengah. Allah Swt. berfirman yang artinya: “Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan” (QS al-Hadîd [57]: 20)

agar kita tidak terjebak dalam permainan dunia, apalagi sampai jadi penganut eskapisme, jadilah manusia cerdas seperti kata Rasulullah saw. Ibnu Umar meriwayatkan: “Kami bersepuluh datang kepada Nabi saw, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR Ibnu Majah) [ ]

Penulis; Hafidz

Editor; Panglima Lazuardi

REVOLT REVOLT REVOLT

Revolters In Alone

RISE, Perlawanan dan Perang Pemikiran ? 
[Editorial September 2007]

RISE dan Peran Kolektif Muslim

Hampir sebulan yang lalu [ Senayan,12 Agustus 2007] beberapa kolektif berkumpul bersama dan melakukan aksi dengan tema cukup besar: RISE! Revolter Islam Bangkitlah! Ya, sudah saatnya para rebel, para pemuda pembangkang sistem yang bobrok, bersatu, bergerak bersama, berkoordinasi mempersatukan perlawanan terhadap ketidakwarasan sistem kapitalis. Karena persatuan perlawanan melahirkan energi perlawanan yang lebih kuat!

Dari RISE kita tahu ternyata cukup banyak kolektif yang bergerak di beberapa daerah. Setidaknya mereka cukup serius untuk merebut ranah opini khususnya di kalangan pemuda di daerahnya. Itu terlihat dengan banyaknya kegiatan propaganda yang mereka lakukan dengan berbagai medium. Penerbitan Zine2, penyebaran leaflet, aksi kecil-kecilan dan berbagai bentuk kreatifitas propaganda lainnya adalah beberapa contoh medium yang mereka gunakan.

Mungkin ada yang memandang sebelah mata peran gerakan bawah tanah kolektif2 ini di saat gerakan perlawanan terhadap kapitalisme dan ide turunannya mulai cukup populer setidaknya dalam tataran formal yg melibatkan elemen formal non-parlementer. Jika dulu ketika berbicara tentang kebangkitan Islam, masyarakat islam awam hanya memahaminya sebatas meningkatnya syiar islam dalam bentuk penampakan materil, maka saat ini setidaknya sikap reduktif ini sedang berubah seiring dengan pengopinian dan pembangunan kesadaran massif bahwa Islam adalah sistem hidup dan solusi kehidupan yang tidak akan eksis secara benar tanpa ada institusi yg menerapkan dan mengembannya [state / dawlah].

Namun pertarungan [perang] pemikiran untuk melawan kapitalisme terjadi di berbagai arena — tidak di tataran formal saja. Adalah kewajiban sekaligus kesempatan bagi kolektif2 bawah tanah untuk merebut ruang yg tidak terjangkau oleh pengopinian formal, setidaknya di kalangan generasi muda, teens, maintream ill-culture victim youth. Nah, disinilah peran gerakan kolekftif2 tsb menjadi penting dengan terus menggencarkan pengopinian melalui medium apapun utk memaksimalkan efektifitas perlawanan pemikiran. Sejalan dengan fakta kecenderungan bahwa kadang ‘perang pemikiran’ hanya omong kosong —-di tingkat formal, ketika otoritas yang berkuasa membungkam suara2 yg mencoba menelajangi kebobrokan ideologi kapitalis dalam tataran ide dan implementasinya, maka kesempatan bagi kolektif2 ini utk menggunakan isu represi utk menggalang lebih jauh dukungan bagi perlawanan atas sistem yg bobrok di tataran non-formal. Ya, secara umum kolektif2 ini harus mampu mencari dan menggunakan isu yang penting utk melawan balik setiap tindakan atau apapun bentuknya yang berupaya meredam setiap perlawanan terhadap sistem kapitalis.

Perang Pemikiran atau Pembungkaman Pemikiran?

Ya, apa yang kita dengar tentang perang opini / pemikiran nyatanya bukanlan perang yang adil. Kebebasan berekspresi hanyalah isapan jempol ketika sudah berada pada level ‘membahayakan’ keberlangsungan otoritas politik negara kapitalis —mengancam kepentingan mereka dan masternya [Baca: USA]. Baru2 ini kita mendengar berita bagaimana beberapa pembicara dicekal dan dilarang menghadiri sebuah konferensi Islam internasional, yang ‘legal’ secara prosedural. Silahkan pikirkan kenapa. Sederhananya apapun motif pelarangan itu, memang kita telah akrab dgn contoh2 kongkrit omong kosong demokrasi dimanapun ia diterapkan. Ketika kekuasaan dlm ancaman maka apapun akan dilakukan utk melindunginya.

Memang saat ini, para kapitalis berusaha membendung kebangkitan kekuatan yang berpotensi menghancurkannya dengan cara apapun. Antara lain, beberapa diantaranya, dengan menggunakan payung hukum seperti UU Anti-Terorisme agar siapa saja yang mengancam mereka dapat langsung dibabat dengan UU ini. Merekapun membajak PPB utk secara maksimal dapat memaksakan kepentingan mereka. Mereka membayar LSM2 utk mendukung keberlangsungan ide2 kapitalis mereka. Yang paling sial dan tanpa malu adalah ketika mereka melakukan kekerasan utk mencapai tujuan mereka! Lihat Afghanistan dan Irak! Ya, mana ada machiavelis yang punya rasa malu? Ya, itulah kapitalis! Then End Justifies The Means! Tujuan ingin terus berkuasa dan berjaya mensahkan apapun cara yang dapat dilakukan untuk mencapainya! Maka penyiksaan, pembungkaman, teror negara terhadap lawan yang merintangi mereka adalah sah sah saja dan halal wa thoyyib!

Sebenarnya fakta2 tersebut adalah pertanda bahwa mereka akan segera mati. Karena barikade eksistensi mereka hanya tinggal kekuatan militer bukan kebenaran dan kesahihan ide2 mereka. Itupun begitu pecundang ketika berhadapan dengan para mujahidin. Maka propaganda perlu utk mem-backup last resource [baca: militer] mereka ini. Lihat si Bush. Do’i cuma bisa main Black Propaganda ketika berbicara soal kekuatan yang sedang mengancamnya dan konco2nya. Labelisasi lawan dengan sederatan istilah propagandis: “fundamentalis”, “ideologi setan”, “Islamo Fascism” jadi penghias pidatonya. Inilah ‘atap’ fenomena yang katanya ‘perang pemikiran’. Di bawahnya adalah represi, penekanan, pembungkaman dan operasi intel / militer. Persis seperti ketika Nazi berkuasa hingga akhirnya tumbang, eksistensinya hanya bisa terjaga dengan Black Propaganda dan operasi / represi militer.

Renew Your Resistance Spirit!

Nah, sudah saatnya kita terus bergerak agar tidak kehilangan momentum utk pada saat yang tepat menikam sistem kapitalis bobrok yang sedang terhuyung-huyung ini, tepat di ulu hatinya! Tentunya untuk terus bergerak kita membutuhkan pembaharuan dan peningkatan semangat serta amunisi pemikiran. Maka dengan Bulan suci yg sebentar lagi menghampiri, saatnya kita memperbaharui sel2 semangat perlawanan kita dan menajamkan amunisi pemikiran kita. Agar setelah Ramadhan, perlawanan kita semakin mantap!

Malah revolusi putih sebagai puncaknya perlawanan terhadap sistem kuffar yg ditandai dengan tumbangnya sistem tersebut, menurut saya, lebih baik terjadi di bulan ini saja! Ya, nggak? Karena artinya revolusi suci terjadi di bulan yang suci! Revolusi suci yang bertaut dengan tujuan penciptaan manusia utk menyembahNya, membebaskan manusia dari sistem / ideologi kuffur, thogut2 yg menjadi sumber penindasan dan kerusakan, sehingga hanya Dialah yang patut disembah. Sehingga akhirnya Islamlah yg mengakhiri sejarah! Bukan Demokrasi kapitalis liberal seperti klaim Fukuyama. Bukan yang lain!

Akhir kata, bergembiralah!
Karena surga bagi mereka yang bergembira ketika menyambut Ramadhan!
Menyambut kemenangan di penghujungnya!
Kemenangan perlawanan Islam!

Kam Ismu Sandyawan Prinx
Liberationyouth.com

SOROTAN

Underground Grafhics

MEDIA ISLAM UNDERGROUND 1
(Media Alternatif dari Revolters Islam)
Oleh; Panglima Lazuardi 2

Pemuda-Pemuda yang rambutnya mohawk dan suka memakai kostum aneh menyebutnya dengan Istilah Zine. Tidak ada yang istimewa, bentuknya hanya lembaran-lembaran kertas fotokopian yang disusun seperti layaknya sebuah majalah. Layout teks dan gambarnya pun kadang dibuat seadanya, walau ada beberapa yang didesain agak bagus. Tapi melihat materi yang coba di sajikan, siapa yang menyangka kalau media ini dibuat oleh orang-orang biasa yang ada disekitar kita.

Zine diadopsi dari kata ‘magazine’. Absentnya kata ‘maga’ mengisyaratkan zine sebagai media alternatif yang menyuarakan ketidakpuasan atas kemapanan yang telah ditawarkan media mainstream, yang dirasa menyebabkan keberagaman sudut pandang dan hanya menyuarakan kepentingan satu pihak saja, yaitu kepentingan kapitalisme Mutakhir. Zine adalah semacam self Publishing, sebuah penerbitan media mandiri dan otomatis yang bisa dilakukan oleh semua orang, D.I.Y (do it yourself). Zine juga adalah sebuah penerbitan yang merupakan bagian dari media Alternatif yang mencoba memberikan pemikiran baru tentang apa saja yang tidak diberikan oleh media massa umum sebagai bentuk representasi sebuah Aksi Revolusioner progresif.

 Meski untuk perkembangan zine di Indonesia dimotori oleh Komunitas Punkers / HC, namun hal ini tidak menjadikan zine tersebut milik mereka sepenuhnya. Sekitar tahun 2002 masehi sampai dengan sekarang, telah lahir berbagai Zine dari Moslem Community, seperti; Revolt n’ Rise (HAMBOS Community Jabodetabek), No Compromise (Liberation Youth R.I.P, Bandung), Rebel (Fighters malang), IN51GHT Anti Copyright (Liberation Youth Kaltim, Samarinda), Revolt Zine (Liberation Movement -Limove-, Samarinda), Rekonstruksi (GEMA Pembebasan, Makassar), Positip (Revolters Banjarmasin, Kalsel), One Liberation (Fikr Community, Banjarmasin), Revival (Hambos Kolektif Kaltim), Unforgiven Beat Zine (LY Movement Solo, Jateng),  Savesgue (Revolters Bogor), Revolta (Kolektif Banjarmasin), Openmind (Kolektif malang), tReaSure (tHe PiRates Army, Bandung kota-coret), Bunga Api (Menara Syndicate, Makassar), Black Soldiers (Pasukan Kubur Hitam, Samarinda), Neo Revolutove (LDK Unlam, Banjarmasin), Pinkant (Para Akhwat Canggih), dsb.

 Kelahiran Zines Bernuansa Islami ini tidak dapat dilepaskan dari kewajiban dakwah bagi setiap individu muslim. Sekaligus merupakan ekspresi kekecewaan para pembuatnya terhadap media mapan yang selama ini diproduksi demi kepentingan akumulasi kapital. Maka wajar apabila kemudian (yaitu mereka yang konsisten di jalur zine) untuk senantiasa mengokohkan eksistensinya, terbitan spontan (terkadang ada juga yg rutin, ada juga yng insidental) ini di kerjakan dengan niat kecintaan, bukan untuk materi -uang- (for love, not money). Dengan arti lain, mereka dihadapkan pada kondisi yang selalu merugi secara materi apabila memproduksi zines (karena prinsip copyleft atau Anti Copyright, Copyright Sucks!).

Akan tetapi usaha yang senantiasa merugi bagi sebagian kalangn ‘formal’ justru merusak citra dakwah itu sendiri. Beberapa alasannya dikarenakan dari sebagian penamopilan, layout, maupun bahasa yang digunakan hampir sama dengan apa yang telah ada di dalam Zines Punk / HC. Atau kalau mau dikatakan lebih ekstrim maksudnya dalah tidak islami sekali. Apa memang demikian?!

 Permasalahan ini sebenarnya akan mudah dipandang deengan cara yang mudah pula. Sebab suka tau tidak suka, masalah ini berada pada tataran uslub (cara) bukan thariqoh (metode). Bayangkan saja ketika seorang ustadz diminta mengisi kajian ibu-ibu. Tentu bliau tidak akan menggunakan bahasa dan pola penjelasan seperti saat mengisi kajian remaja. Begitu pula ketika harus mengisi kajian bagi anak jalanan. Intinya, dia akan menyesuaikan bahasa dan polanya dengan segmentasi pasar yang dihadapinya. Sebab, tanpa begitui mana bisa terjadi kontak dialogis yang baik di antara dia dan pendengarnya.

 Menjawab mengenai Kontroversi seputar bahasa-bahasa Underground yang digunakan oleh Revolters dalam Media zine, kepada seluruh Umat Islam Allah SWT memerintahkan untuk senantiasa berlindung kepadaNYA, dari godaan setan yang “terkutuk” (sebelum membaca alquran atau melakukan aktivitas apapun, selain bermaksiat keapadaNYA). Dalam hal ini, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk senantiasa mengutuk setan dalam kondisi apapun, karena setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Mengutip penjelasan dari Ulama,  KH. Harry Moekti -Ulama dari Partai Politik Islam Ideologis bertaraf international- bahwa setan ada yang berwujud Ghaib (dari api) dan ada yang berwujud manusia, yang paling berbahaya adalah setan yang berwujud manusia, seperti bush cs. So, banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam rangka mengutuk musuh kita yang nyata tersebut, dari cara yang sederhana, complex, baik melalui lisan, perbuatan ataupun tulisan-tulisan yang dilakukan oleh kawan-kawan pembuat zine di zine mereka dalam bentuk makian-makian dan pertentangan nyata terhadap musuh-musuh islam sebagai bentuk perlawanan.
 
Konsep ini diadopsi oleh Revolters Pembuat zines, dengan tujuan agar komunikasi dapat menyentuh, interaktif dan komunikatif dengan dengan objek dakwahnya. Sehingga target akan mendekati apa yang diharapkan. Kalaulah hal ini dirasa kurang tepat, lalu bagaimana dengan pesan Nabi SAW  kepada sahabatnya agar dalam berdakwah senantiasa menggunakan bahasa dan cara-cara yang disukai objek dakwahnya selama tidak melanggar hukum syara?!

 Tentu saja semua pasti membenarkan apa yang Rasulullah Sampaikan. Kalau sudah begini, sudah seharusnya saat ini tiap-tiap kialangan saling mendukung, bukan semakin mencari perselisihan. Kalangan formal jangan lagi memandang sebelah mata kehadiran zine-zine. Bahkan sudah seharusnya kita membantu membentuk kolektif-kolektif dan memperlancar jalur distribusi (salah satunya dengen menjadi distro / pengedar zines). Demikian juga dengan bagi Kalangan Ziners, Mereka juga harus lebih percaya diri dalam memeperlihatkan eksistensinya. Karena kehadiran zine-zine yang mengusung Ideologi Islam justru semakin menyemarakan dinamika dialektis dalam perjalanan Dakwah menuju Revolusi Putih, Revolusi Islam!

 Keberadaan mereka adalah suatu keniscayaan dalam menghadapi tantangan zaman, bandingkan saja, berapa besar kekuatan massa yang kental nilai keislamannyadengan massa di luar itu yang notabene target pasar zine-zine tadi?! Tentu saja jauh sekali perbedaannya. Lalu apa karena massa yang begitu besar tersebut tidak didakwahi dan diberi pencerahan (padahal mereka di satu sisi ingin sekali tahu tentang islam, tetapi merasa kurang tepat dengan konsep media yang selama ini baku di media-media islam)?!

 Tunggu apalagi?! Daripada menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia dan banyak mengkritik media-media yang sudah ada tanpa da solusinya, mengapa tidak?! Kita saling mendukung atau mulai mencoba membuat media?! Dan hasilnya pun akan kita rasakan bersama-sama. Janganlah membenci media, jadilah media itu sendiri. Support Your Local Islamic Underground Literacy Movement! [ ]

Keterangan;
1. Dalam rangka menjawab pernyataan dan pertanyaan dari orang-orang yang tidak berpihak terhadap media Islam Underground

2. Dewan Revolusi Liberation Youth Movement Wilayah KALTIM

Email and FS : panglimalazuardi@yahoo.com
Weblog : www.panglimalazuardi.blogspot.com

SCENE REPORT

AKSI RISE!

SENAYAN KERAS KEPALA ’07

RISE! (Revolusioner Islam!) “Bergerak Berkali-kali, Karena Mati Hanya Sekali”

Sabtu (11/08/07), ba’da Maghrib, 20 orang Pasukan RISE! Sebagai perwakilan dari berbagai penjuru daerah berkumpul di BaseCamp HAMBOS Community, Jl. Utan Kayu Raya, Jakarta Timur. Briefing serta persiapan aksi Senayan Keras Kepala 07, yang akan dilaksanakan besok paginya bertepatan dengan adanya Konferensi Khilafah Internasional di Gelora Bung karno, berlangsung dengan serius dan penuh kehangatan.

Briefing dibuka dan dipimpin oleh PengkhianatYangTelahMusnah (Liberation Youth RIP). Masukan, Koreksi, Interupsi mewarnai briefing, yang Alhamdulillah akhirnya diperoleh kesepakatan bersama yang mengharukan.

Plot acara, list pasukan dan perlengkapan aksi telah rampung disiapkan. Pasukan RISE! Sebagian istirahat dan sebagian lagi melakukan diskusi2 santai. Ahad (12/08/07), ba’da Subuh, Pasukan RISE! Telah segar bugar, walau ada sebagian yang hanya sempat cuci muka dan gosok gigi saja. Pasukan RISE! Dengan segala atribut dan dandanan masing2 memegang perlengkapan sesuai tugas, kemudian keluar dari basecamp secara bergiliran. Menyusuri gang2 kecil menuju jalan raya.

Dengan satu unit Metromini pasukan RISE! Meluncur ke Senayan. Bendera masing2 kolektif RISE! Dipasang dikanan-kiri Metromini, menambah semangat juang pasukan RISE!. Selama perjalanan, Pasukan RISE! Menyanyikan Mars RISE!;

Bangkitlah Umat yang mulia, Bangkitlah muslim sedunia
Janji Allah selalu nyata, Surga telah menanti kita
Hancurkan musuh-musuh Islam, Yakin kita pasti menang
Dunia segera menjadi terang, Gemerlap cahaya islam
Satukan pemikiran, Bangkitlah tegakkan
Khilafah Islamiyah, Pastilah di dunia
Khilafah Islamiyah, Pastilah di dunia!

Pukul 06.55 pasukan RISE! turun dari Metromini di daerah kantor TVRI, kemudian melakukan longmarch ke Gelora Bung Karno. Dalam perjalanan menuju stadion utama, para pasukan terus melantunkan mars RISE! dengan di iringi musik sampah (galon aqua di gebuk-gebuk). Begitu berisik, riuh, namun tetap memesona.

Sekitar pukul 7:30, pasukan RISE! telah sampai di pelataran stadion utama. Para peserta KKI masih belum banyak yang datang. Orang-orang yang berlari pagi masih terlihat berkeliaran. Kehadiran kami disana telah berhasil membuat setiap mata melirik. Matahari pagi memang tampak menyilaukan, namun mata kami tetap menatap garang kedepan, penuh semangat perjuangan, sambil terus berteriak-teriak sambil terus meninju-ninju udara dengan tangan terkepal. La ila ha i Lallah! Kami rindu Khilafah! Satukan Ummat Dunia! Hancurkan Amerika! Apa pun taruhannya!!!

Para pasukan RISE! silih berganti berorasi dengan suara murni tanpa megaphone, namun suaranya tetap terdengar lantang. Mereka yang berorasi adalah: Pepei Dwipangga (HAMBOS Community), Reponpar (Liberation Youth), Thufa’il al-Ghifari (Komunitas Jembatan Harokah), Liberation Knight (HAMBOS Community), Riki (Liberation Youth RIP), Bowo (Brigade Lawan Arus), El-Jundi (HAMBOS Community). Seorang polisi sempat mengusir kami, sebab katanya kami menghalangi orang-orang yang sedang berlari pagi. Kami memang tampak garang, namun kami masih memiliki hati yang baik, sehingga apa yang di nasehati oleh pak polisi itu pun kami turuti dengan senyum terkembang.

Sebelum masuk ke dalam Stadion Utama untuk mengikuti acara Konferensi Khilafah Internasional, kami sempat di tahan oleh dua orang wartawan bule (lelaki dan perempuan). Salah seorang dari kami sempat di wawancarai oleh kedua wartawan bule itu. Kalo kalian mau tahu isi wawancara tersebut, tanyakan saja kepada Sol Kampring, sebab dia yang terlihat aktif menjawab. Setelah itu, kami pun masuk kedalam Stadion Utama.

Sekitar pukul 1:30, acara Konferensi Khilafah Internasional usai. Para pasukan berkumpul di stand Liberation Youth R.I.P. di sana lah kami melakukan acara yang selanjutnya, yaitu ngampar bareng O. Solihin. Akhirnya kami pun ngobrol2 nyantai bersama O. Solihin tentang rencana ke depan RISE! meskipun debu tidak henti-hentinya mengotori tubuh kami, sehingga semakin sempurnalah ke-dekil-an kami, diskusi lumayan seru. Ada juga yang mengantuk, laper, tapi diskusi terus berjalan sampai akhir. Yang kemudian kita semua sepakat untuk bersatu dan bergerak bersama dalam RISE! Revolusioner Islam!. Selesai diskusi, kami berfoto bersama. Tetap Dekil, tetap menawan, tetap melawan.

INFO ZINES

Zine Hambos Community

OUT NOW !Revolt n Rise Mini Zine
RnR #8 ternyata terbit tidak membutuhkan waktu lama selama edisi-edisi sebelumnya.
Iyaa, karena kami tak mau tertinggal jauh dari kencangnya laju Revolusi, Revolusi Internasional.

Setelah terbitnya RnR #7 yg lalu, berbagai macam saran, pesan, dukungan, pertanyaan, kritikan, cacian, cibiran, hinaan serta ancaman masih senantiasa diterima kru RnR, Makasih banget.

Hmm, bagi revolter penikmat setia RnR tentunya merasakan sesuatu yg lain pada RnR #8 ini! Yup RnR #8 tampil beda dari yg dulu2. Kini RnR berubah ukuran, bertambah halaman, desain dan cetakan tampak lain, namun tetap merah. Berani, Dan tetap gratis! sepertinya gratisnya udara pagi hari!Namun dengan perubahan ini, revolter jangan beranggapan bahwasannya RnR kini telah menjadi borjuasi. Tidak, kami tetap kere, karena dengan tampilan RnR yg sekarang ini, biaya produksi RnR justru menjadi lebih murah dibandingkan tampilan edisi2 sebelumnya. Bingunglah kalian Satu hal lagi, yg akan revolter dapatkan di dalam RnR #8 ini adalah bertambah banyaknya kontributor2 revolusioner dari berbagai daerah yg ikut serta menulis dalam RnR. Yihaaa

Revolusi menyatukan para pejuang dari segala penjuru
Karena Revolusi yg hakiki adalah Revolusi Internasional
Campakkan sekat-sekat Nasionalisme busuk
Tak ada waktu meratapi keterpurukan kita sendiri
Tidur lelap berkepanjangan telah usai
Lumpuh yg diderita ummat telah sirna
Siap menerjang dan menginjak habis kapitalisme keparat
Pilihannya adalah menjadi bagian dalam revolusi iniatau malah menjadi pecundang Kontrarevolusi. Sungguh, Kami akan berada dalam barisan terdepan revolusi
Hingga keringat dan darah kamilah yg akan mengalir pertama kali
Menuju Revolusi Internasional

Inti serapah # 8
cita-cita revolusi internasional (anak langit muara sakti)
menuju revolusi internasional (liberation knight)
ngelantur (ghilast praast)
pengkhianatan (in) telek (indie)
islam yang mengancam (divan semesta)
interlude (adieu)
surat untuk teman (rex)
hati panjul lagi berbunga (kardiman)
operasi fundamental (eljundi)
bukan yang lain!! (mang rongsok)
pecundang vs pemberontak (lintang wandira)
mayat kapitalisme aku temukan, dan aku kuburkan (pepei dwipangga)

HAMBOS Community
E-mail : hambos_community@yahoo.com

Webpage : http://www.liberationyouth.com/profil-ly/hambos.html
Mailist : revolters@yahoogroups.com
Hotline : Pepei Dwipangga 08561352617

 

NB: Bertepatan dengan terbitnya RnR, telah terbit jg microzine dari fikr Community, yeah, panasnya api revolusi telah membakar jiwa-jiwa kami, tetap bersemangat untuk revolusi putih, revolusi internasional!

(Fikr Community)

LIBERATION YOUTH MOVEMENT

logo-ly-movement.jpg

LIBERATION YOUTH adalah subculture gerakan yang mencoba untuk berada diluar mainstream, bersifat propagandis serta menampilkan ide-ide serta pemikiran secara berani, terbuka dan intelektual. LIBERATION YOUTH dibentuk terpisah dari kepengurusan apapun juga. Dalam artian, tidak ada status intervensi apapun juga dari pihak luar yang berhak mengintimidasi dan mengatur geraknya. LIBERATION YOUTH bukan merupakan bagian dari elemen apapun juga. Sehingga apabila ada diantara aktivis LIBERATION YOUTH yang ikut serta dalam elemen-elemen lain ataupun segala jenis kegiatannya, tidak mengatasnamakan LIBERATION YOUTH.

LIBERATION YOUTH adalah gerakan subculture yang independen dan memiliki karakteristik dan langkah mainstream pergerakan sendiri. LIBERATION YOUTH adalah pergerakan propaganda bukan yang terkonsentrasi pada pembinaan, kalaupun ada penindaklanjutan dari propaganda LIBERATION YOUTH, maka proses selanjutnya akan diserahkan pada elemen-elemen yang lain yang berbasis pembinaan, sehingga LIBERATION YOUTH dan elemen-elemen lainnya tidak melakukan tumpang tindih kerja.

LIBERATION YOUTH memberikan dan membebani tanggung jawab yang sama pada seluruh kolektif yang bergabung didalamnya terhadap kelangsungan aktivitas-aktivitas propaganda kolektif masing-masing seperti Hambos Community (Jabotabek), Liberation Youth R.I.P (Bandung), Menara Revolusi (Makassar), Sons Of Liberation (Makassar), Fikr Community (Banjarmasin), Brigade Lawan Arus (Depok), Liberation Youth Kaltim (Samarinda), Hambos Community Kaltim (Samarinda), Liberation Youth Solo Raya (Solo), Liberation Youth Jatim (Surabaya), Openmind minimagz (Malang), Rebel Zine (Malang), BLA Blu Community (Serang), Komunitas Jembatan Harakah (Jakarta), Savesgue Zine (Bogor), Liberation Youth Kalsel, reFresh Community (Semarang), LIMOVE (Samarinda), dll. LIBERATION YOUTH diharapkan menjadi suatu kesatuan kolektif kontra kultur sekaligus universitas dimana kolektif dengan para aktivisnya bisa mengasah kepekaan perasaan dan intelektulitas. Yang tidak represif terhadap karakter jiwa-jiwa muda.

LIBERATION YOUTH EAST BORNEO

logo-lym.png

LY MOVEMENT KALTIM bukan merupakan lembaga atau organisasi yang secara formal berdiri. Gerakan ini merupakan suatu kesatuan yang padu padan dan melibatkan berbagai elemen-elemen / aktivis-aktivis individu yang ada di dalam kampus itu sendiri, khususnya Unit Kerohanian Islam. LY MOVEMENT KALTIM merupakan salah satu bentukan yang dibuat khusus diperuntukkan bagi jiwa-jiwa yang tidak biasa, artinya tidak biasa bagi kebanyakan organisasi formal dan terpandang lainnya, kolektif serta kolektivitas yang menjalankannya (memobilisatori) pun merupakan kolektivitas yang tidak biasa di kalangan remaja masjid atau remaja masjid kampus lainnya. Legalitornya merupakan peralihan dari jiwa yang sebelumnya tidak mengenal menjadi mengenal akan Islam (secara menyeluruh), dikarenakan sifat dan jalur LY MOVEMENT KALTIM merupakan sub contra-culture maka di dalamnya pun merupakan paduan antara jiwa yang ekstrem dan jiwa yang sedari awal merupakan cikal bakal dakwah kampus.

Tidak ada pengkhususan di dalam LY MOVEMENT KALTIM, artinya semua orang pun dapat ikut serta berpartisipasi di dalam keberlangsungan LY MOVEMENT KALTIM itu sendiri. Didirikan di penghujung tahun 2005, di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda pada hari Selasa, Tanggal 13 Desember 2005, pukul 18.02 WITA, di tengah Suasana Penuh perlawanan terhadap Sitem Kufur. LY MOVEMENT KALTIM senantiasa berupaya dan mengupayakan agar bagaimana LY MOVEMENT KALTIM dapat mengena dan dikenal oleh setiap lapisan remaja dan pemuda kaltim di lingkungan gerakan kiri maupun kanan yang ada di kaltim. Tidak terlalu memiliki program kerja yang rumit dan timing work yang diatur sedemikian rupa, karena LY MOVEMENT KALTIM merupakan suatu bentukan pola yang sifatnya ANTI-chupu, ANTI-dyplocotho, non-silent, non-formal, non-kaderisasi, non-structural organisasi dan non-birokrasi yang sifatnya formal.